BELAJAR DARI STEFANUS

Ucapan Syukur
1238 views | 0 Comments

 

BELAJAR DARI STEFANUS


Kisah Para Rasul 7: 54-60



Stefanus mengumandangkan suara kenabian, namun sayangnya para anggota Mahkamah Agama tidak mau medengarnya, bahkan tidak mau mengakuinya. Stefanus mendapat pengelihatan dan ia hendak menyampaikan pengelihatannya itu. Para anggota Mahkamah Agama sangat marah kepada Stefanus dan serentak menyerang Stefanus. Bayangkan saudara, jika kita menerima perlakuan yang juga diterima oleh Stefanus. Tentu kita terkejut akan reaksi spontan orang-orang yang tidak mau mendengar kebenaran Tuhan. Mungkin kita akan memberontak jika kita diserang, kemudian akan melawan bila kita diseret dan dimaki-maki, serta dicemooh. Dan kita akan menganggap sia-sialah pemberitaan kita. Namun Stefanus sungguh-sungguh menyerahkan hidupnya pada Allah, ia percaya bahwa Allah akan menerangi hati orang-orang yang membencinya dengan curahan Roh Allah.



Stefanus menerima perlakuan yang tidak manusiawi yang menyebabkan ia kehilangan nyawanya. Banyak saudara-saudara seiman kita di Aceh, Poso, Ambon, dan Papua yang mengalami perlakuan yang demikian juga; atau mungkin juga saudara. Perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain yang kita terima hendaknya janganlah dibalas dengan pelakuan yang sama seperti yang mereka lakukan.


Stefanus mengajarkan kepada kita bagaimana caranya mengampuni dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita. Hal itu juga merupakan contoh dari Tuhan Yesus ketika Ia menjadi tumbal atas dosa manusia. Ketika Yesus di kayu salib, Ia pun berdoa pada Bapa agar mengampuni orang-orang yang telah melakukan penganiayaan terhadap-Nya. Juga demikianlah yang diajarkan Yesus dalam bagian Doa Bapa Kami, bahwa kita harus mengampuni orang yang melakukan kesalahan kepada kita. Semuanya itu kita lakukan agar nama Tuhan dimuliakan dan kerajaan Tuhan hadir.


Dari kisah perjalanan hidup Stefanus dapat ditarik pelajaran yang berharga, yaitu:
1.    Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik.
Stefanus tetap mengabarkan kasih Tuhan walaupun ia ditolak di tengah-tengah kelompok anggota Mahkamah Agama. Sampai ia menemui ajalnya, ia tetap berbuat baik dengan tetap mengingatkan mereka akan kesalahan yang mereka lakukan.
2.    Hendaknya kita tidak mendendam.
Penolakan para anggota Mahkamah Agama terhadap apa yang disampaikan Stefanus, tidak membuat Stefanus menaruh dendam dengan membalas perlakuan yang jahat pula. Kita pun dapat mencontoh teladan Stefanus yang tidak menaruh dendam kepada orang-orang yang menyakiti kita.
3.    Kasihilah mereka yang menganiaya kita dan berdoalah bagi mereka.
Sikap Stefanus yang tetap mengasihi para anggota Mahkamah Agama ia tunjukkan dengan tetap setia menyuarakan kebenaran Firman Allah, hanya saja mereka yang mendengarnya telah menutup telinga dan mengeraskan hatinya. Sampa akhir ajal Stefanus, Stefanus tidak memaki-maki mereka, bahkan ia mendoakan mereka, memohonkan pengampunan Tuhan atas apa yang telah diperbuat mereka.


Kiranya teladan yang telah diberikan oleh Stefanus, dapat kita contoh, sehingga banyak orang akan mengenal Yesus dan memuliakan Bapa yang di surga. Amin.(Diedit dari: Gema Nafiri LAI)

Share on:

0 Comments

Anda harus login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar

About Us

Sarana Berbagi Firman Tuhan.

Digital Bible Community sebagai wadah muda-mudi kreatif di bidang multimedia dan teknologi informasi untuk bersama-sama mengekspresikan ide-ide kreatif sekaligus memuji dan memuliakan Tuhan. Ikuti Sosmed kami dan Tuhan Yesus memberkati.

Contact Us

Lembaga Alkitab Indonesia

Stay Connected

Facebook
Twitter
Instagram