BERIKAN YANG TERBAIK KEPADA TUHAN

Hidup Sejati
1497 views | 0 Comments

"Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman Tuhan semesta alam." (Maleakhi 1:8)

Manusia sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah memiliki relasi yang khusus dan spesifik dengan Allah, Chalik Pencipta Alam Semesta. Relasi itu dilakukan dalam Ibadah, pada saat berdoa dan memuji nama Tuhan, pada saat memberikan persembahan, atau bentuk-bentuk lain yang diatur oleh Gereja yang di dalamnya kita mampu mewujudkan relasi dengan Allah. Kesemua wujud dan bentuk relasi itu seharusnya terjadi dengan sangat baik dan optimal, dan sebagai cerminan rasa syukur kita kepada Tuhan Allah yang telah menganugerahkan keselamatan kepada umat manusia. Misalnya kita harus menyanyi dengan kaidah-kaidah standar: suara tidak sumbang/fals, sesuai dengan partitur lagu, volume suara yang memang sesuai dengan kebutuhan ibadah. Jangan kita beranggapan "menyanyi untuk Tuhan itu tak perlu bagus, yang penting iman kita". Anggapan ini tidak berdasar sebab menyanyikan nyanyian Gereja sebagai bagian dari liturgi/ibadah harus dikakukan dengan sangat baik, optimal, devotional dan juga khidmat.

Pendeknya semua unsur-unsur liturgi yang ada dalam tata ibadah itu kita baca/lakukan dengan sangat baik, sehingga ibadah kita itu terasa benar-benar sebagai sebuah "dialog interaktif" antara kita dengan Allah dan ada kesegaran baru yang kita nikmati dari ibadah yang durasinya lebih kurang satu jam itu. Kita tidak merasa bosan, hampa dalam ibadah itu, kita merasa muncul energi baru dalam diri sebagai bekal memasuki dunia yang penuh turbulensi pada minggu depan.

Andaikata elemen-elemen yang amat penting tidak mengalami penyiapan dengan baik, maka cukup besar pengaruhnya dalam konteks kita membangun  relasi dengan Tuhan. Oleh karena itu ada Gereja-gereja yang telah melihat bahwa dalam ibadah aspek `entertaint` juga perlu mendapat perhatian, sehingga umat dari segala usia tetap `kerasan` dan `enjoy` dalam beribadah di Gereja bahkan mereka merasakan adanya pencerahan spiritual dalam diri mereka.

Ayat Alkitab yang dikutip dari Maleakhi 1: 8 cukup menarik untuk melihat bagaimana membangun relasi dengan Allah itu melalui bentuk `persembahan` dalam konteks Perjanjian Lama. Ayat ini mengungkapkan kritik yang cukup pedas terhadap umat yang mempersembahkan kepada Allah binatang buta atau timpang, sakit. Firman Tuhan menegaskan bahwa tindakan seperti itu adalah tindakan yang jahat! Mengapa tindakan itu disebut jahat oleh karena tindakan itu bertentangan dengan hukum agama yang berlaku saat itu.

Hal yang menarik adalah bahwa Firman Tuhan dalam Maleakhi itu memberikan pembandingan andai binatang yang cacat itu disampaikan kepada bupati. Apakah sang bupati berkenan dan menyambut si pemberi dengan baik ??

Relasi kita yang khas, spesifik dengan Tuhan Allah harus terus dipelihara dari saat ke saat melalui banyak bentuk. Dalam  semangat memuliakan Allah dan bersyukur kepada-Nya maka doa, nyanyian, persembahan kepada Tuhan mesti kita berikan yang terbaik. Selayaknya kita harus memberi yang terbaik bagi Tuhan, Allah yang kita panggil Bapa dalam nama Yesus Kristus. Dalam ikatan dengan Yesus Kristus kita tidak lagi berbicara tentang mempersembahkan kambing atau domba atau binatang atau benda apapun. Kita semua anak-anak Tuhan Yesus dipanggil untuk "mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup yang kudus dan yang berkenan kepada Allah...:" (Roma 12.:1)

God bless. (Pdt. Weinata Sairin, M.Th.)

Share on:

0 Comments

Anda harus login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar

About Us

Sarana Berbagi Firman Tuhan.

Digital Bible Community sebagai wadah muda-mudi kreatif di bidang multimedia dan teknologi informasi untuk bersama-sama mengekspresikan ide-ide kreatif sekaligus memuji dan memuliakan Tuhan. Ikuti Sosmed kami dan Tuhan Yesus memberkati.

Contact Us

Lembaga Alkitab Indonesia

Stay Connected

Facebook
Twitter
Instagram