Janganlah Khawatir

Iman, Pengharapan, Kasih
1231 views | 0 Comments

Matius 6:25-34

Nats Alkitab tersebut merupakan rangkaian dari khotbah Yesus di bukit. Setelah Yesus menasihati orang banyak yang mendengarkan Dia tentang mengumpulkan harta, kini Yesus beralih kepada pengajaran tentang kekuatiran.

Yesus sangat menekankan pengajaran-Nya ini karena rupa-rupanya pada saat itu orang cenderung kuatir akan hidupnya. Mereka tanpa kenal malu menumpuk kekayaan tanpa memperdulikan orang lain. Akibatnya orang-orang yang tak berdaya semakin terpuruk.

Saudara-saudari yang terkasih,

Pada masa itu, orang Israel sedang dalam masa penjajahan bangsa Romawi. Para pemungut pajak (yang merupakan kaki tangan para penjajah) yang ditugaskan untuk memungut pajak, mengutip pajak melebihi ketetapan. Dengan sewenang-wenang, mereka menaikkan pajak untuk kepentingan mereka sendiri. Sementara itu, ahli-ahli agama dan Taurat (orang-orang keagamaan yang juga adalah orang Yahudi) justru semakin memperberat mereka dengan merampas hak-hak orang yang tak berdaya di antara mereka (Matius 23:13).

Keadaan ini tentu saja semakin memberatkan kehidupan orang Israel pada waktu itu karena mereka tidak hanya berhadapan dengan penguasa Romawi saja tetapi juga pemimpin-pemimpin agama mereka sendiri.

Di tengah-tengah keadaan itulah, Yesus kemudian mengajarkan pelajaran yang berharga ini. Yesus tahu bahwa di tengah-tengah para pendengar yang hadir di bukit, di mana dia mengajar, juga hadir orang-orang yang membuat rakyat semakin terpuruk. Dan Yesus melihat, inilah saat yang tepat untuk mengingatkan mereka untuk tidak kemaruk.

Selain mengingatkan orang-orang untuk tidak mengambil apa yang bukan menjadi haknya, bersamaan dengan itu, dalam kisah ini, Yesus juga menguatkan orang-orang yang berada dalam penderitaan. Untuk 2 tujuan itu, Yesus mengajarkan supaya tidak  khawatir tentang hidup. Yesus melarang mereka untuk tidak khawatir untuk apa yang akan dimakan dan diminum, atau apa yang akan dipakai karena hidup lebih dari makanan  dan badan lebih dari pakaian.

Saudara- saudari terkasih,

Sayang sekali ajaran Yesus ini sering dilupakan. Manusia bahkan kurang mempercayai ini. Karena itu, manusia sering menguatirkan hidupnya dengan berkata: `Apa yang akan kita makan`, atau `apa yang akan kita minum`, atau `apa yang akan kita pakai`? Mereka seakan-akan tidak mengenal dan mempercayai Allah. Mereka ingin hidupnya harus dipersiapkan secara logika. Karena itu, tanpa kenal waktu, mereka menumpuk harta. Siang-malam yang dilakukan hanyalah bekerja dan bekerja, tak kenal waktu untuk beribadah. Hari-hari yang seharusnya dipakai untuk memuji Tuhan justru  dipakai untuk kerja menumpuk harta. Orang-orang juga tak berdaya sering terkena korban. Pokoknya bagaimana supaya uang semakin banyak mengalir ke kantong. Kalau sudah demikian, manusia merasa aman, karena di bank bertumpuk-tumpuk uang, di peti penyimpanan banyak emas, dan di rumah banyak mobil. Tidak kekurangan satu apapun. Dalam renungan ini, Yesus mengingatkan, jangan khawatir tentang hari besok.

Kepada orang-orang yang tak berdaya, miskin dan tak berpengharapan, Yesus juga mengajak untuk tidak khawatir tentang besok. Sebab besok ada lagi khawatirnya sendiri. Hari ini sudah cukup kesusahannya, tidak usah ditambah lagi. Sebab itu Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu (1 Petrus 5:7).Lagipula tugas kita bukanlah hanya memikirkan tentang makanan dan pakaian saja, tetapi juga mencari kehendak Allah dan melakukannya. Jika kita telah melakukannya, maka semua yang lain pasti akan diberikan Allah kepada kita. (Diedit dari: Gema Nafiri)

Share on:

0 Comments

Anda harus login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar

About Us

Sarana Berbagi Firman Tuhan.

Digital Bible Community sebagai wadah muda-mudi kreatif di bidang multimedia dan teknologi informasi untuk bersama-sama mengekspresikan ide-ide kreatif sekaligus memuji dan memuliakan Tuhan. Ikuti Sosmed kami dan Tuhan Yesus memberkati.

Contact Us

Lembaga Alkitab Indonesia

Stay Connected

Facebook
Twitter
Instagram