Pergilah dan Beritakanlah

Iman, Pengharapan, Kasih
1071 views | 0 Comments

Matius 28: 16-20

Sebelum Tuhan Yesus naik ke sorga, Dia menampakkan diri untuk terakhir kalinya di depan murid dan rasul-rasulNya pada sebuah bukit di Galilea. Meskipun hanya diceritakan secara sederhana oleh penulis Injil Matius, namun dalam penampakan-Nya kali ini Yesus menitipkan pesan kepada para murid dan rasul-rasulNya untuk terus mewartakan Ajaran-Nya kepada dunia, termasuk kita yang mengaku sebagai murid Tuhan Yesus.

Kalau kita mengaku adalah murid-Nya juga, paling tidak ada 2 hal yang sudah seharusnya kita lakukan juga tugas itu, yakni:

 

Pertama, kita harus pergi untuk mewartakan Kabar Baik.

Jelas, perintah ini adalah untuk setiap orang Kristen, dan bukan hanya untuk para Rasul saja. Setelah masa Perjanjian Baru, di sepanjang sejarah, terbukti bahwa pandangannya ini benar, dan orang-orang yang tidak memberitakan Injil adalah salah. Kita semua diperintahkan untuk pergi kepada dunia yang terhilang dan membawa manusia datang kepada Kristus sebagai hal yang terbaik yang dapat kita lakukan. Semangat kita untuk memberitakan Injil tidak boleh menjadi dingin. Kita harus berdoa agar Roh Allah membakar hati kita untuk memenangkan jiwa yang terhilang.

Sabda Tuhan Yesus untuk mewartakan Kabar Baik berarti menolong seseorang memikirkan pengalaman-pengalamannya di masa lampau sampai ia bisa mengenal dalam pribadi Kristus, dalam kematian dan kebangkitanNya, kebenaran yang menerangi kehidupannya. Mereka yang percaya akan dibaptis dalam satu nama BAPA dan PUTRA dan ROH KUDUS, ketiga pribadi yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita.

Hal kedua yang sepatutnya harus kita lakukan  dalam mewartakan Kabar Baik adalah, kita tidak boleh diam dan cepat puas.

Kalimat terakhir dari teks kita menunjukkan bahwa Amanat Agung adalah bagi kita semua, di sepanjang sejarah Kekristenan. Kita diperintahkan untuk pergi dan menjadikan murid “sampai kepada akhir zaman.” Kita tidak boleh pernah diam. Kita tidak boleh pernah berhenti memberitakan Injil.

Itu berarti, mau tidak mau, kita harus pergi walaupun melalui banyak cobaan dan rintangan. Seseorang yang membaca Kisah Para Rasul saja melihat betapa banyak kesukaran dan tantangan yang dihadapi para Rasul.

 

Marilah setiap murid Tuhan Yesus yang mendengar renungan ini melaksanakan Amanat Agung itu juga - “Harapkan hal-hal besar dari Tuhan. Usahakan hal-hal besar untuk Tuhan.” Ladang misi di sekitar kita terbuka bagi kita. Marilah kita mentaati Tuhan Yesus, yang berkata:

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Amin" (Matius 28:19-20). (Diedit dari: Gema Nafiri)

Share on:

0 Comments

Anda harus login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar

About Us

Sarana Berbagi Firman Tuhan.

Digital Bible Community sebagai wadah muda-mudi kreatif di bidang multimedia dan teknologi informasi untuk bersama-sama mengekspresikan ide-ide kreatif sekaligus memuji dan memuliakan Tuhan. Ikuti Sosmed kami dan Tuhan Yesus memberkati.

Contact Us

Lembaga Alkitab Indonesia

Stay Connected

Facebook
Twitter
Instagram